Instagram baru saja mengumumkan tambahan sejumlah fitur baru di ajang developer conference F8 di San Jose, Amerika Serikat. Salah satunya adalah fitur video chat yang bakal bisa digunakan oleh para pengguna untuk ngobrol dengan teman-teman. “Lebih dari 100 juta pengguna Instagram menonton atau berbagi video Live tiap hari. Tapi kami dengar bahwa para anggota komunitas kadang ingin melakukan video real time dengn grup yang lebih kecil,” sebut Instagram dalam sebuah posting di laman blog miliknya. Fitur video chat bakal menjadi bagian dari tool pengiriman pesan Instagram. Cara menggunakannya adalah dengan menekan ikon kamera yang baru di pojok kanan atas sebuah jendela percakapan yang terbuka. Video chat bisa dilakukan secara one-on-one antara satu pengguna dengan pengguna lain, atau dengan beberapa orang sekaligus dalam sebuah grup kecil. “Anda juga bisa me-minimize video dan lanjut mengobrol selagi melakukan hal lain di Instagram.”

Tak disebutkan berapa banyak orang yang bisa ngobrol secara bersamaan lewat video chat Instagram. Namun, screenshot dari Instagram menunjukkan empat orang yang tampil sekaligus di layar. Instagram kini masih menguji video chat. Pengguna dijanjikan akan bisa mulai mencicipi fitur anyar tersebut dalam beberapa pekan ke depan. Fitur lain yang turut ditambahkan ke aplikasi instagram termasuk Augmented Reality (AR) dari Facebook, sharing ke Stories dari aplikasi Spotify dan GoPro, dan tampilan tab Expolore baru yang diatur berdasarkan topik.

Layanan pesan singkat “ Android Messages” kini tersedia di browser desktop (komputer). Pengguna bisa mengobrol maya dengan lebih fleksibel dari smartphone ke browser web komputer, pun sebaliknya. Mekanisme peralihannya sama seperti WhatsApp untuk desktop. Pengguna cukup membuka laman (messages.android.com) di browser komputer, lantas laman akan menunjukkan QR Code untuk dipindai (scan). Ambil smartphone, buka aplikasi Messages (SMS), tekan menu tiga titik, dan pilih opsi “Messages for web”. Scan QR Code yang ditampilkan pada situs di desktop, lalu Anda bisa mulai bertukar SMS, MMS, atau rich communication service (RCS). RCS adalah protokol komunikasi dalam bentuk seperti chat (bisa bertukar GIF, tautan/link URL, foto, video, obrolan grup, dll) yang hanya berlaku antar-pengguna. Bisa antar-pengguna jenis ponsel tertentu, antar-pengguna operator seluler tertentu, atau antar-pengguna sistem operasi tertentu.

Konsep RCS pada Android Messages serupa dengan “iMessage” milik Apple. Jika iMessage eksklusif untuk pengguna iOS, maka Android Messages pun dirancang khusus untuk pengguna Android. Meski sudah diumumkan resmi, fitur Android Messages untuk desktop sepertinya tersedia secara perlahan. Pasalnya, ketika kami coba, belum tersedia pilihan "Messages for web". Fitur yang lebih kaya Selain memungkinkan akses desktop, Android Messages juga dilengkapi beberapa pembaruan fitur. Salah satunya “GIF Search” yang memungkinkan pengguna mencari dan mengirim GIF sesuai konteks untuk menunjang percakapan. Pengguna juga bisa memanfaatkan “Smart Reply” yang sebelumnya dibenamkan pada Gmail. Fitur itu akan menghemat waktu pengguna untuk membalas pesan-pesan tertentu secara otomatis. Tautan-tautan yang dikirim teman juga bisa dilihat lebih dulu secara singkat alias preview, sebelum benar-benar membukanya.

Google memperkenalkan banyak inovasi teknologi baru di ajang tahunan “Google I/O” baru-baru ini. Saking banyaknya, ada beberapa hal yang luput dari sorotan khalayak. Salah satu yang kurang mendapat perhatian adalah fitur baru “Google Assistant”, yang memungkinkan pengguna menandai (pin) lokasi parkir di peta digital “ Google Maps”. Fitur ini terbilang simpel, tetapi solutif untuk masalah sehari-hari.

Pasalnya, tak jarang seseorang lupa memarkir kendaraan di mana, sehingga harus keliling area parkir berkali-kali. Nah, untuk pin lokasi parkir di Google Assistant, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Pertama pastikan aplikasinya telah diperbarui ke versi terbaru. Lalu, pastikan sistem operasi Anda berjalan pada Android Marshmallow ke atas atau iOS 10 ke atas. Anda juga harus mengaktifkan layanan lokasi dan mengkonfigurasikan perintah suara. Selanjutnya, panggil Google Assistant dengan perintah suara “Ok Google” pasca memarkir mobil. Ucapkan “Remember where I parkerd” (ingat di mana saya parkir).

Google Assistant akan merekam koordinat GPS lokasi tersebut di Google Maps dengan menyematkan pin parkir khusus. Setelah melakukan kegiatan dan ingin mencari tempat parkir, ada dua metode yang bisa dilakukan, sebagai berikut. Metode pertama, buka Google Assistant dengan perintah suara “Ok Google”. Selanjutnya tanya “Where’s my car”. Google akan otomatis membuka lokasi yang sebelumnya telah disimpan di Google Maps. Tekan koordinatnya dan ikuti navigasinya. Metode kedua, buka Google Maps dan tekan kartu virtual “Saved Parking”. Lalu tekan “Direction” dan “Start” untuk memulai navigasi.

Selamat mencoba!

Login Form